Selasa, 07 November 2017

cerita lucu, dan konyol

Jendral
:
Dengar!
Berikan aku jalan dalam waktu 3 detik atau aku akan merobohkan gerbangnya,
Satu.....(doar suara meriam menembak)
Penjaga
:
Apa yang terjadi dengan dua dan tiga!
Jendral
:
Entahlah.....
Seorang pria hanya perlu satu nomor untuk menghadapi kehidupan.
Gintoki
:
Aku tidak ingin terdengar seperti pengecut,  aku tidak peduli itu penjaga pribadi atau saudaranya Presiden?
Tetapi orang seperti kalian yang terlalu lembut oleh kedamaian, apa kalian pikir bisa melawan kami?
Sementara kami masih di medan perang bertarung setiap hari demi bertahan hidup di negeri yang suram ini!
Nobume
:
Di samping itu kehidupan ini sangat kejam.
Dengan perlengkapan dan kemampuan kalian miliki sekarang, kalian pasti akan kesulitan.
Koro Sensei
:
Mereka yang mampu memaksimalkan waktu, kemampuan, dan kecerdasan mereka.
Dapat menguasai seluruh dunia, dan mengalahkan tantangan hidup.
Presiden
:
Bisa menjadi target operasi mereka, merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
Murid
:
Tapi, kalau begitu apa semua usaha kami lakukan sia-sia saja?
Koro Sensei
:
Tidak ada usaha yang sia-sia.
Yang paling penting adalah proses dan bagaimana perasaan kalian.
Kalian sudah menerapkan semua hal yang sudah kalian pelajari untuk menantang duani.
Sebagai seorang pemuda, tak ada yang bisa membuatku lebih bangga dari pada hal ini.
Murid
:
Lalu bagaimana kalau waktunya habis?
Walaupun kemungkinannya hanya satu persen.
Kami siap menghadapi risiko itu!
Kenapa pemerintah tidak mau mendengarkan kami, padahal kamilah yang mengetahui jalan kami sendiri?
Pemerintah
:
“Kami tidak akan mendengarkan ucapan anak-anak itu, kami hanya kasihan pada mereka.”
Murid
:
Bagiku, itu suatu penghinaan.
Kami tidak puas atas apa yang terjadi.....
Kalau kami bertemu mereka lagi, aku akan.....
Koro Sensei
:
Aku akan memberikan sedikit nasehat, kepada kalian semua.
Dalam menjalani hidup, mungkin kalian akan menemui situasi dimana pendapat kalian bertentangan dengan pendapat masyarakat, dan mungkin kalian akan menemui situasi yang tidak kalian harapkan.
Saat itu terjadi, jangan menyalahkan masyarakat.
Jangan menolak pendapat banyak orang.
Karena itu..... Perbuatan yang sia-sia.
Sebagai gantinya, cukup katakan “beginilah hidup!” dan hadapilah rasa putus asa itu.
Setelah kalian berhasil menghadapinya, kalian akan bertanya-tanya. Jika masyarakat menentang keras pendapat kita, lalu bagaimana sikap kita dalam menghadapi pertentangan tersebut?
Harusnya kalian sudah mengetahuinya.
Didalam kehidupan ini kalian tak perlu selalu harus berdiri dan menghadapi masalah. Kalian boleh lari atau pun bersembunyi. Jika tak boleh melanggar aturan, kalian boleh menghadapi secara diam-diam.
Kalian boleh memakai senjata yang tak lazim.
Memiliki tekad kuat, tak terburu-buru, tak berkecil hati.....
Dan jika kalian terus berusaha, saya yakin suatu saat nanti kalian akan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Karena kalian mempunyai semangat yang kuat.
Murid
:
Ciih..... Datang jauh-jauh dari sini cuman mendapat ceramah.
Karma
:
Kita bukanlah pembela keadilan!
Kita bertindak dengan keinginan!
Presiden
:
Aku minta maaf atas perjalanan panjang yang kau lakukan, tapi ini adalah urusan kami sendiri.
Kami akan menyelesaikannya sendiri.
PBB
:
Tapi apa anda yakin dengan hal itu?
Kami telah mengusulkan solusi ini.
Karma
:
Berkat didikan koro sensei yang diberikan kepada muri-murid kami menjadi orang yang lebih baik.
PBB
:
Bisakah anda mengeksekusi para pengikut anda yang telah berkhianat kepada anda?
Presiden
:
Tidak ada satupun dari mereka yang berkhianat.
Mungkin mereka itu pengkhianat dan musuh bagi negara dan pemerintahan ini, tapi aku tahu apa yang mereka lindungi.
Mereka tidak mengikuti aturan hukum yang tertulis demi kepentingan mereka sendiri.
Mereka tidak melayani Presiden dan pemerintahan yang mereka anggap tidak ada apa-apanya.
Mereka mengikuti keyakinan mereka masing-masing.
Mereka melayani jiwa mereka.
Karena itulah mereka bertarung melawan negara ini.
Kau bisa menodai reputasi mereka, namun kau  tidak bisa menghancurkan hati mereka.
Jika aku harus menyebutnya kejahatan dan harus menghukum mereka..... maka seluruh pengikutku juga akan menjadi penjahat karena telah berkhianat kepada pemimpin mereka yang bodoh.
Jika aku menghukum mereka, negara ini akan hancur. Mereka tidak melakukan kejahatan apapun.
Letak kesalahannya ada pada keluarga-keluarga pejabat pemerintah yang tidak berhak mengatur mereka.
PBB
:
Tidak akan ada yang berani melawan pemerintah.
Hijikata
:
Salah.
Tembok punya telinga dan pintu punya mata.
Dan ada..... Peri di pundakmu.
Komisaris
:
Berdasarkan kemunculan kalian, kalian memiliki hati peri.
Apa kalian kesini untuk mengambil nyawaku setelah kalian sadar kalau kalian telah di manfaatkan?
Nobume
:
Tapi jika tujuanmu adalah membuat pemimpin kami jatuh hanya untuk melindungi kami, kami tidak akan tinggal diam.
Komisaris
:
Apa gara-gara itu kalian sampai benar-benar melakukan pengkhianatan?
Jika kalian beranggapan kalau aku yang menghalangi jatuhnya pemerintah hanya demi melindungi masyarakatnya, kalian salah besar.
Tidak ada satu orangpun yag bisa memprediksi kejadian ini.
Untuk berpikir bahwa seorang pemimpin negara menyerahkan posisinya hanya demi masyarakat.
Nobume
:
Untuk berpikir bahwa para monyet liar akan mengacungkan pedangnya demi sebuah janji kuno.
Hijikata
:
Orang itu (gintoki) menentang semua alasan.
Itulah ciri-ciri orang yang berpendidikan dan berpendirian kuat.....
Komisaris
:
Sayangnya, aku tidak begitu naif untuk yakin bahwa menggantikan presiden yang sekarang akan mengubah dunia ini.
Alih-alih bergantung pada negara lain, kita harus bangun sebuah negara yang mampu bersaing dengan negara lain yang lebih maju.
Itulah mimpi dari negara dan masyarakat, tetapi aku tidak akan ikut andil dalam perwujudan mimpi seperti itu.
Aku punya rencana yang lebih besar lagi.
Hijikata
:
Orang yang menggunakan kesempatan ini untuk menyelinap masuk ke jantung negara..... mereka musuh kita yang sesungguhnya.
Dan kita membutuhkan boneka untuk memancing iblis itu keluar (koruptor).
Koruptor
:
Aku sempat berpikir kalau pemerintah telah mengabaikanku.
Sayang sekali, komisaris, kpk, dan polisi kau tidak akan bisa menghukumku!
Tidak seorangpun!
Bahkan presiden tidak akan bisa menghukumku!
Takasugi
:
Itu benar.
Kau tidak akan dihukum oleh pemerintah atau presiden.
Aku akan mengambil semua mata pencaharian, setiap orang yang melakukan tindakan korupsi akan aku kirim ke penjara dan semua harta kekayaan akan di sita oleh negara.
Koruptor
:
Benar.....
Orang-orang yang jujur itu adalah musuh kita yang sebenarnya.
Orang-orang berpendidikan dan berahlak mulia.
Okita Sogo
:
Kurasa ini karma.
Seseorang yang membangun negaranya dengan korupsi akan di hukum oleh orang-orang yang jujur.
Hijikata
:
Para orang bodoh itu mungkin senang, tetapi sudah jelas kalai pejabat pemerintah adalah dalang dari semua tindakan korupsi ini.
Yang berarti bahwa pejabat pemerintah menganggap orang-orang yang jujur, dan tegas sebagai musuh mereka.
Presiden hanya ditunjuk sebagai penguasa sementara.
Okita Sogo
:
Apakah pejabat pemerintah berniat untuk melawan Undang-Undang dan pemerintahan yang  jujur demi mengambil alih negara ini?
Komisari
:
Itu..... aku tidak tahu apakah mereka mencoba untuk mengabil alih negara ini, atau mereka ingin menyingkirkan Undang-Undang dan pemimpin yang jujur.
Meski begitu, ada banyak pergerakan yang mencurigakan dari berbagai politisi saat ini.
Hijikata
:
Tunggu..... jika sekaran pemerintahan sedang kacau, bagaimana Presiden menanganinya.
Komisaris
:
Aku tidak tahu..... hanya satu yang dapat aku katakan.
Aku tidak dapat menyelamatkan negara yang bodoh yang tidak memiliki semangat untuk berjuang.
Bahkan negara yang berada diambang kehancuran, yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi, akan berdiri kembali jika negara memiliki semangat untuk berjuang.
Gintoki
:
Jangang biarkan mereka tertawa!
Negara akan terus berkembang, selama impian manusia ada tidak akan berakhir!
Walaupun dunia memasuki era yang baru.
Benarkan.....!
Memang tidak mudah mengungguli orang lain!
Biarkan saja mereka tertawa!
Kalau kita tak berjuang samapai akhir maka, hasilnya tidak akan kita ketahui.
Camkan itu!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar